Cari Blog Ini

Hosting Gratis
Tampilkan postingan dengan label Solid work. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Solid work. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Mei 2014

Stamping Proses

Pengenalan Stamping Process

 

Bekasi, 13 Mei 2014
Pada proses proses produksi pembuatan komponen-komponen kendaraan, dari Raw Material sampai keluar menjadi barang jadi, material tersebut harus melewati berbagai tahapan proses. Salah satunya adalah proses Pengepresan (Stamping).
Pada dasarnya proses pengepresan atau stamping mengunakan teknik tumbukan yaitu dengan menekan / menumbuk suatu material (blank material) pada suatu mesin menjadi bentuk yang diinginkan. Yang dimana mesin press adalah mesin yang menompang sebuah landasan dan sebuah penumbuk, sebuah sumber tenaga, dan suatu mekanisme yang menyebabkan penumbuk bergerak lurus dan tegak menuju landasanya. Untuk menghasilkan kualitas pengepresan yang baik, perlu adanya alat-alat pendukung dalam melakukan proses produksi.
Alat-alat pendukung mesin press antara lain :
a. Dies
Adalah suatu cetakan yang digerakan oleh mesin press untuk menekan atau mengepress bahan / material untuk menghasilkan barang yang sesuai dengan contoh / Gambar Part.
Proses pembengkokan dan pemotongan pada mesin press haruslah sesuai dengan standar yang ada di perusahan. Begitu juga pada saat pemasangan Dies itu sendiri.

Langkah-langkah dalam pemasangan Dies adalah sebagai berikut :
1.     Masukan Dies dari roller “dies in”, pastikan kalau selector switch dalam keadaan mati “OFF’.
2. Sesuaikan tinggi stroke terhadap dies, pasang safety block
3. memasang safety block diatas die, hal ini dilakukan untuk menjaga error pada mesin.
4. Memasang dan mengencangkan baut atas dan bawah kemudian menaikannya ke 0 derajat atau titik mati atas.
5. Melakukan putaran bebas satu sampai tiga kali, disini tidak boleh ada post guide yang beradu.
6. Melakukan produksi percobaan, setelah diperiksa hasilnya bagus maka dies siap untuk memproduksi.
Cetakan atau dies dapat digolongkan baik menurut jenis spesifikasi operasi mesin press maupun menurut jenis cetakannya. Penggolongan sederhana yang mencakup jenis cetakan dari dies itu sendiri adalah sebagai berikut:

PROSES PEMBENTUKAN

Proses pembentukan adalah proses dimana logam ditekan dengan tekanan yang besar sampai dengan batas kemampuan parts tersebut berubah bentuk seperti yang diinginkan. Dies dapat dikelompokan lagi menjadi :
a. Draw
Yaitu suatu proses pembentukan material. Draw ini merupakan proses awal pada mesin press / stamping sebelum di lanjutkan ke proses-proses berikutnya. Untuk proses draw ini bisa dilakukan untuk 2 kali proses.
b. Bending
Yaitu suatu proses penekukan part yang hanya dilakukan satu kali per stroke.
c. Flange
Yaitu sutu proses penekukan material yang lebih dari satu pada setiap strokenya.
d. Curling
Yaitu suatu proses pembentukan diameter.
e. Burring
Yaitu suatu proses penekukan keliling pada bagian dalam lubang.
f. Stamp
Proses yang dilakukan dalam stamp ini sama dengan Draw tetapi dalam stamp sendiri tidak menggunakn cushion.
g. Bulge
Yaitu suatu proses pembesaran dari diameter pipa.

 2.     PROSES PEMOTONGAN

Proses pemotongan adalah proses dimana material di potong sesuai dengan ukuran yang diinginkan agar material tersebut dapat dikerjakan kedalam proses berikutnya. Proses pemotongan ini dikelompokan lagi menjadi :
a. Cutting
Yaitu suatu proses pemotongan material yang masih berbentuk lembaran (blank material)
b. Trim
Yaitu sutu proses pemotongan material pada bagian tepi. Biasanya proses ini adalah lanjuyan dari proses sebelumnya seperti draw, stamp dan sebagainya.
c. Pierce
Yaitu suatu proses pembuatan lubang pada material.
d. Cam Trim / Pierce
Sama seperti proses pierce tetapi pada proses ini pembuatan lubang yang di lakukan dari samping material.
e. Separate
Yaitu suatu proses pemotongan pelat menjadi 2 bagian.
f. Slit
Yaitu suatu proses penyobekan sebagian material.
g. Nocthing
Yaitu suatu proses pemotongan sebagian material atau sebuah coakan kecil.

Sebelum kita melakukan pengoperasian mesin press, kita diharuskan untuk melakukan pengecekan-pengecekan agar operasi mesin berjalan dengan lancer. Adapun pengecekan yang dilakukan adalah sebagai berikut :
1. Memompa grease handpump sebanyak tiga sampai empat kali, grease ini tidak boleh kosong karena berfungsi untuk melumasi bagian-bagian mesin.
2. Sebelum menghidupkan main motor, selector switch harus dalam posisi off, kemudian pada indicator harus pada posisi titik mati atas.
3. Pengecekan pada portable switch, pada pengecekan ini selector switch pada posisi inch dan gerak stroke harus sampai titik mati atas.
4. Atur tekanan “pressaure gauge” untuk air balancer.
5. Slide adjust meter tidak boleh melewati batas atas dan batas bawah.


Jumat, 22 Februari 2013

Belajar 3D Solid Work


Membuat Helical/Coil Spring di Solidworks 2010

Pada tutorial kali ini kita akan coba membuat helical/coil spring berkode Misumi SWM 25-50 di aplikasi Solidworks 2010. Adapun sumber ukuran dari coil spring ini berasal dari katalog press dies Misumi keluaran tahun 2007.

Sketch ukuran coil spring berkode SWM 25-50

Berikut uraian tutorialnya:
  1. Buka aplikasi Solidworks 2010 melalui menu [Start]>[All Programs]>[Solidworks 2010]>[Solidworks 2010].


  2. Setelah jendelanya terbuka, klik [New] lalu double click [Part] untuk membuat part baru.



  3. Untuk membuat sebuat coil spring langkah pertama yang perlu kita lakukan adalah membuat Helix/Spiral Curve melalui menu [Insert]>[Curve]>[Helix/Spiral...].


  4. Setelah mengklik menu Helix/Spiral..., klik Top Plane karena Solidworks meminta kita men-define base dari helix/spiral curve yang akan kita buat.


  5. Sketch sebuah lingkaran berdiameter 25 mm dari titika 0,0 dengan tool Circle. Setelahnya, klik [Exit Sketch] untuk keluar dari mode sketching.




  6. Langkah selanjutnya yaitu kita masuk kedalam menu konfigurasi Helix/Spiral, isikan konfigurasinnya seperti tertera dibawah ini lalu klik [OK] setelahnya.
    - Pitch: 10.00 mm
    - Revolutions: 4.7
    - Start angle: 225.00deg


  7. Yup! Bentukan helix/spiral curve telah jadi. Selanjutnya kita akan membuat plane untuk men-sketchbentukan coil spring yang kita inginkan.


  8. Masuk ke tab Sketch, klik tanda panah yang ada dibawah menu Sketch, lalu pilih menu 3D Sketch.




  9. Masuk ke 3D Sketch, klik [Centerline] yang ada dibawah menu [Line], tekan tombol TAB pada keyboard hingga axis ZX yang aktif. Setelah axis ZX aktif, klik titik 0,0 dan ujung helix/spiral curve hingga keduanya tersambung dengan centerline.




  10. Klik [Exit Sketch] untuk keluar dari mode 3D Sketch.


  11. Mari bikin plane! Klik menu [Reference Geometry]>[Plane] lalu klik garis centerline yang barusan kita buat sebagai First Reference, dan klik juga Top plane sebagai Second Reference. Klik [OK] setelahnya.





  12. OK, plane sudah dibuat. Langsung saja klik [Sketch] lalu klik mode pandangan [Normal To].



  13. Sketch bentukan coil spring dengan tool Corner Rectangle yang dimulai dari ujung helix/spiral curve seperti digambar berikut ini. Setelahnya klik [Exit Sketch].




  14. Kembali ke tampilan dashboard Solidworks, klik menu Swept Boss/Base, klik Sketch2 sebagai Profile dan klik Helix/Spiral1 sebagai Path. Klik [OK] setelahnya.





  15. Bentukan helical/spiiral telah terbentuk, kerjaan kita selanjutnya tinggal menutup bagian-bagian yang terputus pada tiap ujung coil spring tersebut dengan fungsi Revolved Boss/Base. Sebelum itu dilakukan, ada baiknya kita meng-hide komponen (-) 3DSketch1 dan Plane1 agar proses pembuatan Revolved Boss/Base-nya tidak terganggu dengan kehadiran komponen lain. Untuk meng-hide-nya, klik kanan pada(-) 3DSketch1 di FeatureManager Design Tree lalu pilih [Hide]. Lakukan juga pada komponen Plane1.




  16. Setelahnya, mari buat axis yang nantinya akan kita gunakan pada saat membuat Revolved Boss/Base. Klik [Sketch], pilih Front Plane, tekan SPACE bar pada keyboard lalu pilih Normal To.




  17. Klik menu [Centerline], lalu buat haris lurus vertikal dari titik 0,0. Setelahnya klik [Exit Sketch].




  18. Melangkah ke pembuatan Revolved Boss/Base, klik menu  [Revolved Boss/Base], pilih end face pada ujung helix/coil spring, tekan SPACE bar pada keyboard, lalu pilih [Normal To].




  19. Klik tool [Convert Entities], lalu klik 4 sisi (edge) dari ujung helix/coil spring. Klik [OK] setelahnya lalu klik [Exit Sketch].





  20. Setelah tombol [Exit Sketch] di klik, maka kita akan masuk ke menu Revolve Parametes, pilih axis yang barusan kita buat pada parameter Axis of Revolution. Klik [OK] setelahnya.



  21. Lakukan kembali hal tersebut (Revolved Boss/Base) pada ujung satunya hingga bentuk coil spring benar-benar sempurna. Finish!!!



Sebagai catatan, ada kalanya (malah kebanyakan) helical/coil spring tidak berbentuk kotak, tapi berbentuk bulat seperti gambar berikut ini:


Hal ini bisa dilakukan dengan merubah bentuk atau shape yang tadinya kotak menjadi bulat pada Profile ketika proses Swept Boss/Base dilakukan. Adapun penulis membuat coil spring ini berbentuk kotak (square) adalah karena Misumi selaku standard part yang menjadi acuan penulis memang memiliki bentukan coil spring yang kotak.

Akhir kata. Selamat mencoba.
Hosting Gratis